|
MITRA FM Galang Penghijauan 20 Ribu Pohon |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 09 February 2010 14:39 |
|
Memenuhi salah satu misinya di bidang lingkungan hidup dan sebagai upaya ingin memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem, sebanyak 16 FOKER (Forum Kelompok Pendengar) MITRA FM menggalakkan penghijaun di lingkungan masing-masing. Gerakan penghijauan ini dimulai dengan melakukan pembibitan. Tidak tanggung-tanggung, ditargetkan 20.000 batang pohon bisa ditanam dalam gerakan ini.
Ide ini bermula dari keprihatinan terhadap semakin menyempitnya ruang hijau terbuka. Kawasan yang sebelumnya merupakan hutan dan rawa sudah mulai berubah fungsi menjadi persawahan, perkebunan sawit dan pemukiman. Cuaca semakin panas saat musim kemarau, sebaliknya banjir dengan mudah melanda setiap kali hujan turun. “Kami memang sudah mulai gelisah dengan cuaca yang terus berubah. Kami harapkan dengan penanaman kembali akan bisa sedikit mengurangi perubahan cuaca yang semakin tak menentu. Apalagi kami dengar saat ini sedang dilanda pemanasan global, dan pencairan es di kutub utara, ini kan kondisi yang memprihatinkan,” tutur Toyo (55 tahun) yang merupakan Wakil Dewan Perwakilan Radio Komunitas (DPRK) MITRA FM dan dipercaya menjadi penanggung jawab program. |
|
Last Updated on Tuesday, 17 August 2010 12:35 |
|
Read more...
|
|
|
Mitra FM; Dari Suara Hati Sampai Aksi Peduli |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 11 November 2009 11:46 |
|

Siang cukup panas, debu mengangkasa dari jalan yang sebahagian belum selesai di aspal. Para petani yang sudah selesai mengurus sawah ladangnya kemudian melanjutkan tugas mencari rumput untuk pakan ternak. Tetapi berbeda dengan pak Yatimin yang biasa dipanggil Iwan. Pria berusia 47 tahun ini memacu sepeda motornya menuju sebuah rumah dipinggir jalan. Rumah asri dengan halaman yang cukup luas. Didepannya berdiri Tiang yang cukup tinggi, Tiang Pemancar Radio rupanya. “Saya mau siaran dulu, nanti sore setelah selesai siaran baru cari rumputnya” ujar Pak Iwan dengan senyumnya yang khas. |
|
Last Updated on Wednesday, 21 April 2010 17:52 |
|
Read more...
|
|
Dusun Parit Tuan Ujung, Wilayah Tanpa Pengakuan |
|
|
|
|
Written by Misni FOKER Pelita Baru
|
|
Wednesday, 30 September 2009 10:03 |
|
Ini cerita tentang sebuah wilayah tanpa pengakuan dengan segala pernak-pernik uniknya. Di sebuah pagi yang indah, udara segar begitu kental terasa di Dusun Parit Tuan Ujung. Sinar kemerah-merahan mentari perlahan menghangatkan kesibukan yang mulai terjadi di sana. Seperti biasa, pagi-pagi buta beberapa warga mulai berangkat ke sawah—mata pencarian terbesar masyarakat setempat. Para anak-anak mulai menyiapkan diri untuk berangkat sekolah. Lainnya sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
Dusun itu ada di antara Kabupaten Langkat dan Deli Serdang. Tapi dusun ini sebenarnya masuk wilayah Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang. Tapi tahukah Anda bahwa wilayah ini tidak mendapat pengakuan dari dua daerah tersebut. Cerita ini datang dari tokoh masyarakat setempat, Pawiro—1 dari 9 KK yang masih mendiami wilayah itu. ”Dulu dusun ini sebuah perkampungan yang ramai, mayoritas warganya suku Kalimantan atau Banjar,” ceritanya saat ditemui pada perkumpulan kelompok tani pada suatu Minggu. Disebutkan, karena tidak diakui sebagai bagaian wilayah Kabupaten Langkat maupun Deli Serdang, tanah ini dikelola seorang berkebangsaan Belanda, orang-orang di sana menyebutnya Mandor Putih. Setelah itu tanah tersebut dijadikan lahan perkebunan yang ditanami tembakau. |
|
Last Updated on Saturday, 09 January 2010 05:33 |
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 12 January 2010 18:06 |
|
“Menuju gerakan pengusahaan hutan secara berkelanjutan secara ekologis dan berbasis masyarakat”
Community logging yang saat ini sedang dilancarkan oleh Perkumpulan Telapak beserta jaringan dan mitra kerjanya. Gerakan tersebut memaknai perubahan mendasar pengusahaan hutan di Indonesia, dimana saat ini dicirikan oleh maraknya illegal logging, menjadi mengarusutamanya community logging, pengusahaan hutan secara berkelanjutan, lestari dan berbasis masyarakat. Munculnya inisiatif community logging juga dipicu oleh kondisi lahan kritis di Indonesia yang luasnya mencapai 59,2 juta hektare dari lahan hutan yang seluas 120,5 juta hektare, dimana diharapkan bahwa lahan kritis tersebut dapat berpotensi menjadi lokasi pengembangan community logging sebagai pengganti kerusakan yang diakibatkan oleh praktek-praktek illegal logging. Dan berdasarkan data BPS tahun 2006, jumlah orang miskin di dalam dan sekitar hutan sebanyak 14,1 juta sehingga community logging menjadi alternatif lapangan usaha yang dapat menyerap tenaga kerja bagi komunitas di sekitar hutan. Pada akhirnya, Telapak berharap bahwa community logging menjadi alternatif bagi masyarakat menuju kemandirian secara ekonomi. |
|
Last Updated on Monday, 15 February 2010 05:48 |
|
Read more...
|
|
Desa Telaga Tujuh Berharap Dana PNPM Mandiri 2009 |
|
|
|
|
Written by Ridwan Foker Damar Jati
|
|
Thursday, 10 December 2009 05:27 |
|
Desa Telaga Tujuh kecamatan Labuhan Deli kabupaten Deliserdang yang berpenduduk 2.113 jiwa dengan 600 KK dan memiliki ± 1.567 ha adalah desa tertinggal. Sejak PNPM Mandiri digulirkan tahun 2007 desa ini menerima manfaatnya. Pada tahun 2007, dana digunakan untuk renovasi gedung sekolah Madrasah Al-wasliyah, 7 buah sumur air bersih dan kamar mandi yang tersebar di setiap dusun desa Telaga Tujuh. Pada tahun 2008 desa Telaga Tujuh kembali mendapatkan bantuan dari PNPM Mandiri sebesar Rp 369.592.000,- yang digunakan untuk pengerasan jalan di dusun III dan VII sepanjang 2.650 m. Sedangkan sumur dan kamar mandi yang pada tahun 2007 hanya sebanyak 4 buah, pada tahun 2008 menjadi 5 buah. |
|
Last Updated on Thursday, 10 December 2009 05:46 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 3 of 10 |