Wardi, SPd Kembali Terpilih Sebagai Kepala Desa Tandem Hilir II PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 18 March 2010 07:08

Suasana di Dusun Rejo  desa Tandem Hilir II Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang, pagi itu Minggu tanggal 20 Desember 2009 begitu lengang. Pintu-pintu rumah tertutup. Hanya unggas ternak dan sejumlah anak kecil yang asyik bermain. Ternyata warga desa sedang berkumpul di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Saat itu Desa Tandem Hilir memang sedang menggelar pesta lima tahunan, pemilihan kepala desa. 

Di tengah kesibukan memasuki masa tanam pertanian padi, ternyata tak menyurutkan warga desa ikut berpartisipasi dalam Pilkades kali ini. Sejak pagi hari, warga terlihat berbondong-bondong menuju TPS. Sebagian besar dengan sepeda motor, sepeda bahkan juga berjalan kaki. Di bagian lain, petugas panitia pemilihan Pilkades juga terlihat sibuk mempersiapkan segala keperluannya. Tak ketinggalan anggota Polri yang turut mengamankan jalannya pemilihan.

Dua kandidat yang ikut bertarung adalah orang yang cukup populer. Yang pertama, Ahmad Rokhani (37). Kandidat ini dikenal sebagai seorang Ustazd. Ia juga aktif di LSM Gemma. Ia cukup dekat dengan pemuka agama dan kalangan (kelompok tua). Rokhani yang merupakan suku Jawa menikah dengan wanita Banjar. Kombinasi etnis ini menjadi sebuah potensi pendulangan suara yang cukup baik. Karena di desa ini suku Jawa dan Banjar jumlahnya cukup dominan.

Read more...
 
Gang Jawa, dari Hutan menjadi Desa PDF Print E-mail
Written by Muri FOKER PDR   
Wednesday, 30 September 2009 10:25

Idealanya, sebutan gang dalam bahasa pengelompokan jalan berarti jenis jalan yang paling kecil yang tak dapat dilintasi mobil. Gang kebanyakan memang tidak dapat dilalui mobil, tapi tidak untuk Gang Jawa. Jalan di gang yang satu ini bisa dilalui mobil jenis apapun. Bagaimana bisa? Karena Gang Jawa bukanlah nama jalan kebanyakan, melainkan nama sebuah desa di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat (?) Lho Koq?

Cerita ke arah sana cukup panjang. Ini berawal  dari sebuah hutan. “Dahulu di siang hari yang lumayan cukup terik, saya sedang menggali sumur. Karena dahulu tidak ada listrik, jadi kami menggunakan sumur tanah. Dan pada saat saya sedang beristirahat sambil duduk santai di bawah sebuah pohon, tapi tiba-tiba saya terpikir sebuah nama Gang Jawa,” kata Tugiman atau Giman (52 tahun), orang yang pertama kali menemukan desa ini.

Cerita lain mengapa disebut Gang Jawa lantaran pada saat itu yang tinggal di daerah itu hanya Suku Jawa. ”Lagipula kami tinggal di sebuah gang. Nah sepertinya nama itu pas. Lagipula saat itu desa ini belum ada nama. Alhamndullillah nama ini diterima cukup baik oleh warga desa ini,“ kata suami dari Sutini (51 tahun), ini.

Read more...
 
Membidik Peluang Usaha Jagung Muda PDF Print E-mail
Written by Supadi SPd FOKER Pujangga   
Wednesday, 30 September 2009 10:16

Jagung muda banyak disukai karena rasanya yang manis, apalagi saat tersaji dalam hidangan sayur asam atau beningan. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi sayur jagung muda memperkecil kemungkinan terkena penyakit ginjal, batu empedu, darah tinggi, jerawat, dan khasiat lainnya.

Selain enak dimakan sebagai sayuran dan obat-obatan, jagung muda juga bisa dimanfaatkan sebagai lahan bisnis yang menggiurkan. Peluang itu cukup besar mengingat kebutuhan jagung, baik untuk dalam negeri maupun ekspor, masih sangat besar sampai tahun 2010.

Peluang usaha yang juga mendukung ketahanan pangan nasional ini sangat prospektif karena didukung ketersediaan lahan kering yang luas dan teknologi yang siap diterapkan. Berdasarkan hitungan-hitungan, laba yang diperoleh bisa beberapa kali lipat dari modal yang tertanam.

Last Updated on Wednesday, 30 September 2009 10:21
Read more...
 
Kampung Marlintung, Keswadayaan yang Tak Bersambut PDF Print E-mail
Written by Suparman SPd FOKER Pentum   
Wednesday, 30 September 2009 10:34

Hamparan sawah dihiasi kilau kuning keemasan padi membentang luas di Kampung Marlintung Desa Karang Anyar, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Di bagian selatan membentang daratan yang menghijau dan warna-warni rumah penduduk. Tampak di tengah desa sebuah tanah lapang, kantor kepala desa, SMP Negeri 2 dan Masjid Al-Mukhlisin.

Marlintung adalah sebuah desa yang subur dan terkenal karena banyak putra-putri daerah ini yang sudah berhasil, baik di luar daerah ataupun di kawasannya sendiri. Tapi tahukah kita semua bahwa Kampung Marlintung mempunyai cerita sejarah yang panjang dan unik?
Dahulu Kampung Marlintung terdiri dari 2 blok. Bagian selatan adalah kebun tembakau peninggalan Belanda. Sedangkan bagian utara adalah hutan muda dengan tumbuhan rotan air (Banjar : rutan Pangkat), jarung, ilalang, kayu kalat.

Nama Marlintung awalnya diambil dari nama pohon kayu Marlintung. Pohon ini dapat tumbuh besar dengan warna kayu putih dan bertipe keras dengan bentuk daun bulat memanjang dan kasar. Bentuk daunnya seperti daun mahoni tetapi besar seperti daun mangga. Tekstur dan warna daunnya seperti pohon jati.

Read more...
 
Kampung Tani Belas Kasih Alam PDF Print E-mail
Written by Fitri Saputri FOKER Paskambet   
Wednesday, 30 September 2009 10:11

Apa yang terkenal dari Desa Hinai Kiri, Kampung Lama (Kampung Penunggu) Kec. Secanggang, Kabupaten Langkat sejak dirintis pada tahun 1960? Jawabnya adalah pertanian. Inilah cerita sebuah desa dimana segala potensi pertanian terdapat di dalamnya.

Para pendahulu, termasuk orang-orang Melayu, sudah gemar bercocok tanam di ladang. Tanamannya adalah kopi, rambung (karet), manggis, mangga, langsat, rambe, asam suntiu, asam glugur, aren, rumbia, bambo, bamban, pinang, rambutan dan kelapa. Aren diambil niranya dibuat menjadi gula merah. Sementara rumbia, bamban, bambo, pinang dijadikan atap. Itulah para pendahulu yang sudah mengambil hasil panen.

Pada tahun 1968, para pendahulu bekerja mengambil upahan pada orang-orang Melayu di Kampung Lama, menyiang (membabat) hutan semak belukar sampai pada akhirnya mendapat bagian lahan. Lahan yang diperoleh pekerja ditanami padi, arias darat, kacang kedelai, ubi kayu dan kelapa sampai berhasil.

Last Updated on Wednesday, 30 September 2009 10:32
Read more...
 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 4 of 10

Cuplikan Berita

Dusun XII Kota Lama Masih Membutuhkan Sarana Air Bersih
Dusun XII Kota Lama, Desa Karang Gading Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, masih membutuhkan sarana air bersih. Dusun yang bermukin disepanjang aliran sungai Karang Gading tersebut, tidak dapat mengkonsumsi air sumur warga yang berkedalaman rata-rata 2 meter. Hal ini dikarenakan masuknya (intrusi) air laut ke lahan penduduk. Kesulitan air bersih ini diperparah lagi dengan adanya pembuangan limbah pabrik secara berkala ke sungai yang mengalir di sepanjang pemukiman warga dusun tersebut.

Sebenarnya dusun ini telah mendapat bantuan pembangunan satu unit sarana air bersih dari dana PNPM Mandiri Tahun Anggaran 2009. Namun bantuan tersebut masih dirasakan belum mencukupi kebutuhan warga dusun yang berpenduduk 36 Kepala Keluarga ini.

Gerakan Penghijauan MITRA FM


Suara Petani MITRA FM dalam World Food Day 2009


Kegiatan FOKER MITRA FM


supported by:

 

free counters

Audio Siaran MITRA FM



Copyleft 2010 MITRA FM :: Radio Komunitas
Dusun Tanjung Anom, Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, 3°46'10.66" LU, 98°31'57.96" BT
Perkumpulan Penyiaran Komunitas Media Transformasi Rakyat; No Account: 105-0009746441; PT. BANK MANDIRI (Persero) Tbk, CO. Medan Simpang Pos
Valid CSS!