| MITRA FM Galang Penghijauan 20 Ribu Pohon |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Tuesday, 09 February 2010 14:39 |
|
Ide ini bermula dari keprihatinan terhadap semakin menyempitnya ruang hijau terbuka. Kawasan yang sebelumnya merupakan hutan dan rawa sudah mulai berubah fungsi menjadi persawahan, perkebunan sawit dan pemukiman. Cuaca semakin panas saat musim kemarau, sebaliknya banjir dengan mudah melanda setiap kali hujan turun. “Kami memang sudah mulai gelisah dengan cuaca yang terus berubah. Kami harapkan dengan penanaman kembali akan bisa sedikit mengurangi perubahan cuaca yang semakin tak menentu. Apalagi kami dengar saat ini sedang dilanda pemanasan global, dan pencairan es di kutub utara, ini kan kondisi yang memprihatinkan,” tutur Toyo (55 tahun) yang merupakan Wakil Dewan Perwakilan Radio Komunitas (DPRK) MITRA FM dan dipercaya menjadi penanggung jawab program. Gerakan penghijauan ini dimulai dari membuat pembibitan tanaman mahoni di 16 FOKER yang ada. Sumber bibit berasal dari biji mahoni yang banyak tumbuh di pinggir-pinggir jalan. Biji ini dihimpun dan dibagikan kepada masing-masing FOKER. Selanjutnya dilakukan pembibitan di wilayah masing-masing. Namun sayang, tidak semua pembibitan berhasil. Di beberapa FOKER pertumbuhan bibit hanya mencapai 10% saja. Hal ini dikarenakan perlakuan yang kurang tepat. Maklum, sebagian anggota FOKER memang belum memahami bagaimana membuat pembibitan mahoni. Selain itu banyak juga bibit yang membusuk karena belum cukup tua saat dipetik. Demikian pun tetap ada yang berhasil di mana persentase pertumbuhannya mencapai 80%. Seperti yang ada di FOKER Pentum Dusun Tanjung Anom Desa Tandrem Hilir II. Mbah Uki (60 tahun) adalah orang yang berada di balik suksesnya pembibitan di FOKER ini. Setiap pagi dan sore hari Bu Uki menyiram lahan pembibitan. Bukan hanya itu, pada lahan pembibitan juga ditaburi dengan serbuk kayu yang ternyata berperan sebagai sumber nutrisi bagi bibit mahoni. Kini bibit-bibit telah dipindahkan ke dalam polibag plastic transparan. Dalam waktu dekat ini jika tingginya mencapai setengah meter, bibit akan segera dipindahkan ke lahan. Tentu tak mudah untuk menyiapkan lahan bagi penanaman sebanyak 20.000 batang pohon mahoni. Tetapi Mitra tak kekurangan ide. Tanaman pohon ini akan ditanami di ruang-ruang terbuka seperti pinggiran kanal, jalan-jalan persawahan, dan pinggiran sungai. Pohon ini menjadi asset warga dengan pengaturan pemerintahan desa setempat dan diharapakn nantinya jika memang memiliki nilai jual akan dialokasikan untuk pendidikan anak di desa tersebut. Ketua DPRK, Wardi, SPd mengatakan, konsep ini mengadopsi apa yang dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono. Antara MITRA FM, FOKER dan Kepala Desa setempat membuat MoU tentang pemeliharaan dan kepemilikan tanaman mahoni untuk menjadikan tanaman ini sebagai asset desa dan akan dialokasikan untuk kepentingan pendidikan anak-anak di desa tersebut. “Tetapi sebenarnya tujuan paling utama kami melakukan penanaman adalah untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan hidup, karena kami juga bagian dari perusakan lingkungan dengan melakukan berbagai aktivitas produksi termasuk dalam kegiatan sehari-hari,” tutur Toyo. Penanaman mahoni juga menjadi sebuah visi radio komunitas MITRA FM sebagai sarana untuk menggerakan pendengar dan masyarakat luas untuk menjadi bagian dari sebuah lingkungan yang lebih baik. “Jadi kami tidak melulu melakukan penyiaran tetapi juga ada kegiatan off air yang bermanfaatn untuk kepentingan banyak orang,” tutur Tamin Wijaya, Kepala Penyiaran di radio komunitas MITRA FM. (red)
|
| Last Updated on Tuesday, 17 August 2010 12:35 |
Berita Terkini
- Pencari Belut Dusun VII, Terancam Penggunaan Pestisida Kimia
- Dusun IX Parit Tuan Mulai Krisis Lahan Persawahan
- Asal Mula Nama Dusun VI Telaga Burung
- Warga Dusun IV Pematang Timuk Butuh Penerangan Listrik
- Pemakaman Warga Kota Datar Terendam Banjir
- Madu Kasirat Makanan Khas Suku Banjar
- Tiga Gorong-gorong yang Rusak Akibat Truk PNPM, Kini Diperbaiki
- PNPM Bangun Saluran Air di Sido Mulyo
Daftar Berita
Cuplikan Berita
| Musim Hujan Datang, Jalan Desa Kota Datar Mulai Berlubang |
| Deli Serdang, Musim hujan yang mulai datang pada bulan Juli ini menyebabkan sebagian besar jalan Desa Kota Datar Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang mulai pecah-pecah dan berlubang. Keadaan ini diperparah dengan melintasnya truk-truk pengangkut buah sawit dan hasil pertanian lain yang melebihi tonase. Jalan tersebut merupakan jalan yang menghubungkan desa Kota datar ke Desa Telahga Tujuh dan Karang gading. Berdasarkan pantauan MITRA FM jalan yang rusak tercatat di Dusun VIII Waringin, Desa Kota Datar dan Dusun I sampaike Dusun III Desa Telaga Tujuh. Sebenarnya jalan tersebut baru saja dibangun yakni kurang lebih 2 tahun yang lalu. Namun curah hujan yang mulai tinggi akhir-akhir ini akhirnya mempercepat kerusakannya. |




Memenuhi salah satu misinya di bidang lingkungan hidup dan sebagai upaya ingin memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem, sebanyak 16 FOKER (Forum Kelompok Pendengar) MITRA FM menggalakkan penghijaun di lingkungan masing-masing. Gerakan penghijauan ini dimulai dengan melakukan pembibitan. Tidak tanggung-tanggung, ditargetkan 20.000 batang pohon bisa ditanam dalam gerakan ini.