Pembangunan Jalan PNPM Mandiri di Desa Karang Anyar Memakan Korban PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 30 April 2010 02:09

Karang Anyar, Langkat. Proyek pengerasan jalan Program PNPM Mandiri di Dusun VIII Desa Karang Anyar Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat memakan korban dan sangat rawan terjadinya kecelakan lalu lintas. Pasalnya, jalan tersebut penuh dengan batu-batu dan terkesan proyek dikerjakaan asal-asalan.

Bahkan kondisi jalan tersebut juga sempat menyebabkan seorang pengendaran sepeda motor terjatuh dan mengalami luka-luka beberapa waktu lalu.

Hal ini turut dibenarkan seorang warga desa bernama Ismail (64). Pedagang tembakau di Dusun IX Pintu Air IV ini mengatakan, tidak dapat melalui jalan karena takut terpeselet batu dan terjatuh. Akhirnya ia memilih jalan alternatif melalui halaman rumah warga desa atau melewati jalan lain yang berjarak lebih jauh. 

Sedangkaan Adi (40), warga Dusun VIII desa Karanganyar mengatakan, sejak dibangun jalan oleh proyek PNPM Mandiri sangat tidak nyaman untuk dilalui. Di sisi lain, ia mengakui, bahan material yang digunakan untuk pengerasan jalan ini lebih bagus karena banyak batunya, hanya saja cara pengerjaannya tidak tepat sehingga justru menyulitkan. Batu-batu itu tidak melekat dan menyatu dengan tanah dan sangat berbahaya untuk dilalui kendaraan roda dua

Proyek pengerasan jalan tersebut ternyata  mendapat pembiayaan sebesar Rp 150 juta lebih. Dana ini digunakan untuk proyek pengerasan jalan sepanjang 2 Km.

Dari keseluruhan dana tersebut dialokasikan untuk operasional Unit Pengelola Keuangan atau UPK sebesar Rp 3 juta sedangkan operasional untuk Tim Pengelola Kegiatan atau TPK sebesar Rp 4, 5 juta. Dengan demikian, dana untuk kegiatan fisik menjadi Rp 142,  7 juta.

Dengan adanya proyek pengerasan jalan tersebut,  diharapkan jalan yang sebelumnya becek dan berlumpur saat musim penghujan akan semakin baik kondisinya dan mudah dilalui warga desa. (Legianto Taher, Foker Dewa Angkasa)
Last Updated on Friday, 30 April 2010 02:22
 

Cuplikan Berita

MITRA FM Galang Penghijauan 20 Ribu Pohon

Memenuhi salah satu misinya di bidang lingkungan hidup dan sebagai upaya ingin memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem, sebanyak 16 FOKER (Forum Kelompok Pendengar) MITRA FM menggalakkan penghijaun di lingkungan masing-masing.  Gerakan penghijauan ini dimulai dengan melakukan pembibitan. Tidak tanggung-tanggung, ditargetkan 20.000 batang pohon bisa ditanam dalam gerakan ini.

Ide ini bermula dari keprihatinan terhadap semakin menyempitnya ruang hijau terbuka. Kawasan yang sebelumnya merupakan hutan dan rawa sudah mulai berubah fungsi menjadi persawahan, perkebunan sawit dan pemukiman. Cuaca semakin panas saat musim kemarau, sebaliknya banjir dengan mudah melanda setiap kali hujan turun.

“Kami memang sudah mulai gelisah dengan cuaca yang terus berubah. Kami harapkan dengan penanaman kembali akan bisa sedikit mengurangi perubahan cuaca yang semakin tak menentu. Apalagi kami dengar saat ini sedang dilanda pemanasan global, dan pencairan es di kutub utara, ini kan kondisi yang memprihatinkan,” tutur Toyo (55 tahun) yang merupakan Wakil Dewan Perwakilan Radio Komunitas (DPRK) MITRA FM dan dipercaya menjadi penanggung jawab program.

Gerakan Penghijauan MITRA FM


Suara Petani MITRA FM dalam World Food Day 2009


Kegiatan FOKER MITRA FM


supported by:

 

free counters

Audio Siaran MITRA FM



Copyleft 2010 MITRA FM :: Radio Komunitas
Dusun Tanjung Anom, Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, 3°46'10.66" LU, 98°31'57.96" BT
Perkumpulan Penyiaran Komunitas Media Transformasi Rakyat; No Account: 105-0009746441; PT. BANK MANDIRI (Persero) Tbk, CO. Medan Simpang Pos
Valid CSS!