Launching Gerakan Penghijauan di Sejangkau Siar Radio Komunitas MITRA FM PDF Print E-mail
Written by Eti Wahyuni   
Thursday, 17 June 2010 05:46

Hamparan Perak (12/06), Hutan merupakan sumber daya alam yang tidak ternilai karena di dalamnya terkandung keanekaragaman hayati sebagai sumber plasma nutfah, sumber hasil hutan kayu dan non-kayu, pengatur tata air, pencegah banjir dan erosi serta kesuburan tanah. Perlindungan alam hayati untuk kepentingan ilmu pengetahuan, kebudayaan, rekreasi, pariwisata dan sebagainya. Karena itu pemanfaatan hutan dan perlindungannya telah diatur dalam UUD 45, UU No. 5 tahun 1990, UU No 23 tahun 1997, UU No. 41 tahun 1999, PP No 28 tahun 1985 dan beberapa keputusan Menteri Kehutanan serta beberapa keputusan Dirjen PHPA dan Dirjen Pengusahaan Hutan. Namun gangguan terhadap sumber daya hutan terus berlangsung bahkan intensitasnya makin meningkat.

Kerusakan hutan yang meliputi : kebakaran hutan, penebangan liar dan lainnya merupakan salah satu bentuk gangguan yang makin sering terjadi. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kerusakan hutan cukup besar mencakup kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, merosotnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, perubahan iklim mikro maupun global, dan asap dari kebakaran hutan  mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu transportasi baik darat, sungai, danau, laut dan udara. Dan juga gangguan asap karena kebakaran hutan Indonesia akhir-akhir ini telah melintasi batas negara.

Berdasarkan data Departemen Kehutanan, laju kerusakan hutan Indonesia mencapai 1,1 juta hektare per tahun sementara kemampuan pemerintah untuk melakukan rehabilitasi hanya 500 ribu hektare per tahun. Kondisi tersebut, akan mempercepat dampak pemanasan global yang mengancam kehancuran alam di Indonesia maupun dunia. Saat ini suhu dunia naik hingga empat derajat, akibatnya permukaan laut naik hingga 80 sentimeter. Bila kondisi tersebut dibiarkan berlangsung, maka sebanyak 30-40 juta penduduk Indonesia terancam menjadi korban dampak pemanasan global diantaranya banjir, bencana alam dan dampak lainnya.Radio Mitra FM adalah sebuah radio komunitas yang terletak di Dusun Tanjung Anom Desa Tandem Hilir II Kecamatan Hamparan Perak.  Sebagaimana radio komunitas, Mitra FM dikelola dan dimiliki oleh masyarakat. Radio komunitas ini juga bukan hanya melakukan penyiaran secara on air tetapi juga memiliki program untuk pemberdayaan masyarakat dan lingkungan hidup melalui kegiatan-kegiatan off air.

Pada tahun 2010 ini, Mitra FM yang memiliki anggota Forum Kelompok Pendengar (FOKER) hampir mencapai 400 orang melakukan kegiatan penghijauan sebanyak 20.000 batang pohon mahoni. Gerakan ini dilaunching bersamaan dengan hari Lingkungan Hidup pada tanggal 5 Juni mendatang dengan melakukan penanaman sebanyak 1.000 batang pohon mahoni dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau seperti pinggiran kanal, pinggir parit, jalan persawahan, pinggiran tali air, dan ruang terbuka lainnya.

Untuk kegiatan awal penanaman, sebanyak 1.500 bibit mahoni telah disiapkan dari tiga kelompok pendengar dari 17 kelompok pendengar yang ada. Bibit ini ditanam di pinggir jalan Serangut Desa Kota Datar, kanal Alianang dan Rengas di Desa Tandem Hilir II, semuanya berada di kecamatan Hamparan Perak. Penanaman akan dilakukan secara bergilir oleh masing-masing kelompok pendengar yang ada di 12 desa hingga jumlahnya minimal 20.000 pohon. Saat ini kelompok pendengar juga telah menyiapkan pembibitan mahoni secara swadaya.

Prinsip dari kegiatan ini adalah penanaman pohon yang tidak dibatasi oleh berapa banyak. Tetapi tanamlah sebanyak-banyaknya hingga tidak ada lagi ruang terbuka hijau. Oleh karena itu, kami sebut kegiatan ini sebagai gerakan bukan program atau proyek, karena gerakan adalah sebuah sebuah kemutlakan bagi manusia hidup sehingga penanaman pohon akan dilakukan menerus. Angka 20.000 hanya sebuah motivasi bagi kami, dan tentu saja penamanan bukan berarti berhenti pada angka 20.000 saja tapi akan bergerak menerus.

Penanaman pohon adalah sebagai salah satu wujud kepedulian Mitra FM terhadap lingkungan yang rusak dan terjadinya pemanasan global yang menerus. Sedangkan untuk jangka panjang, penanaman diharapkan akan memberikan dampak ekonomi melalui kayu yang bernilai jual tinggi. Pemanfaatan kayu ini akan digunakan untuk biaya pendidikan anak-anak di lingkungan tersebut diutamakan anak yang berprestasi dan tidak mampu secara ekonomi.  Secara teknis, hal ini telah diatur melalui MOU antara pihak Mitra FM dengan pemerintah desa terkait.

Wilayah sejangkau siar Mitra sendiri saat ini tengah mengalami krisi lingkungan dengan tingginya laju peralihan lahan menjadi perkebunan sawit dan pertambakan, sehingga ancaman bencana mulai dapat dirasakan dari mulai kekeringan hingga banjir. Dengan penanaman mahoni, diharapkan bisa mengurangi dampak kerusakan lingkungan sehingga dampak tidak langsungnya adalah bisa menjamin keberlangsungan kehidupan, khususnya usaha pertanian warga sekitar.

Acara launching ini diawali dialog dengan para pihak yaitu pemerintah terkait (Bapedaldasu dan BB KSDA Sumut) serta SM Lingkungan dan disiarkan secara langsung dan interakfit di Radio Mitra FM selama satu jam (60 menit). Selesai dialog acara dilanjutkan dengan seremonial dan turun ke lapangan melakukan penanaman di tiga titik lokasi yaitu Rengas dan Alianang (Desa Tandem Hilir II) dan Srangut (Desa Kota Datar).  

Acara launching ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 5 Juni 2010 mulai pukul 13.00 wib bertempat di Radio Komunitas Mitra FM, Dusun Tanjung Anom Desa Tandem Hilir II Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang. (eti/rahman)

harling01
harling01
harling02
harling03
harling04
harling05
harling06
harling07
harling08
harling09
harling10
harling11
harling12

Last Updated on Tuesday, 17 August 2010 12:34
 

Cuplikan Berita

Abu Sisa Pembakaran BerKhasiat Obati Jamur Pisang
Abu sisa pembakaran selain berguna untuk pupuk ternyata juga berkhasiat sebagai pengendali jamur pohon pisang. Saat ini di wilayah Desa Telaga Tujuh dan Kabupaten Deli Serdang, umumnya banyak pohon pisang yang terserang jamur ini. Pohon pisang mati disaat sedang  berbuah muda. Banyak warga yang mengatakan bahwa pohon pisang tersebut terinfeksi Flu burung yang saat ini meramba negara kita. Padahal matinya pohon pisang tidak lain disebabkan oleh jamur yang menyerang karena iklim pada akhir-akhir ini terlalu panas.

Gerakan Penghijauan MITRA FM


Suara Petani MITRA FM dalam World Food Day 2009


Kegiatan FOKER MITRA FM


supported by:

 

free counters

Audio Siaran MITRA FM



Copyleft 2010 MITRA FM :: Radio Komunitas
Dusun Tanjung Anom, Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, 3°46'10.66" LU, 98°31'57.96" BT
Perkumpulan Penyiaran Komunitas Media Transformasi Rakyat; No Account: 105-0009746441; PT. BANK MANDIRI (Persero) Tbk, CO. Medan Simpang Pos
Valid CSS!