Thursday 09th of September 2010
| Budi Daya Pohon Rimbang Dengan Pupuk Organik |
|
|
|
| Written by Yusuf Tan Foker Kamter |
| Thursday, 29 July 2010 02:51 |
|
Menanam Pohon Rimbang ternyata sangat menguntungkan. warga Dusun VII, Desa Telaga Tujuh, Kecamatan labuhan Deli, Kabupaten deli Serdang saat ini banyak yang menanam pohon Rimbang. Menurut M.Zainudin warga dusun tersebut, pohon Rimbang atau biasa kita kenal dengan cepokak sebenarnya adalah pohon hutan, namun karna buahnya dapat dikonsumsi maka banyak yang menanam pohon tersebut. Zainudin sendiri semula mencoba menanam seratus pohon dengan menggunakan pupuk organik dan abu sisa pembakaran, ternyata hasilnya sangat menggembirakan. Selain buahnya banyak, pohon rimbang dapat bertahan hidup lebih lama. Rimbang yang ditanamnya saat ini berusia 3 tahun namun masih tetap tumbuh baik dan subur. Saat ini harga buah rimbang di pasaran mencapai Rp 6000,-/kg,Hal ini membuat banyak warga yang ikut menanam pohon ini. Namun buahnya sangat kurang tak seperti buah yang di hasilkan dari tanaman Zainudin. Zainudin beranggapan tanaman rimbang warga selain khasiat dan rasanya berbeda juga usia pohon tak bertahan lama. "Ini disebabkan mereka menggunakan pupuk kimia", jelas Zainudin yakin. Saat ini Zainudin mampu memanen rimbang 3 kali dalam sebulan dan mampu menambah penghasilan tambahan rumah tangganya. Yusuftan-Mitra FM |
| Last Updated on Thursday, 12 August 2010 06:52 |
Berita Terkini
- Pencari Belut Dusun VII, Terancam Penggunaan Pestisida Kimia
- Dusun IX Parit Tuan Mulai Krisis Lahan Persawahan
- Asal Mula Nama Dusun VI Telaga Burung
- Warga Dusun IV Pematang Timuk Butuh Penerangan Listrik
- Pemakaman Warga Kota Datar Terendam Banjir
- Madu Kasirat Makanan Khas Suku Banjar
- Tiga Gorong-gorong yang Rusak Akibat Truk PNPM, Kini Diperbaiki
- PNPM Bangun Saluran Air di Sido Mulyo
Daftar Berita
Cuplikan Berita
| Tatal Kayu Pengganti Minyak Tanah |
| Kepala Sungai - Langkat, Akibat mahalnya minyak tanah, beberapa warga Dusun Sungai Cabang Desa Kepala Sungai Kabupaten Langkat mulai melirik tatal kayu sebagai pengganti bahan bakar untuk memasak. Seperti diungkapkan Irawan (25) kepada Mitra FM, semenjak naiknya harga minyak tanah cukup banyak warga yang beralih ke tatal kayu sebagai pengganti minyak tanah. |



