| Yagasu Sosialisasi Pemanfaatan Sumberdaya Mangrove melalui Radio |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Monday, 09 March 2009 02:52 |
|
Sebagai sarana sosialisasi pentingnya hutan mangrove bagi kehidupan masyarakat,Yayasan Gajah Sumatera (YaGaSu) dan Radio Mitra 107,7 FM menggelar talk show dan diskusi interaktif yang disiarkan langsung Desa Parit Belang Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang. Acara ini juga menyampaikan pesan tentang pemamfaatan buah mangrove untuk produk makanan dan dengan konsep pemamfaatan sumberdaya mangrove berkelanjutan. Sekaligus informasi penting tentang alternative pendapatan masyarakat pesisir
Salah satu tipe ekosistem hutan di Sumatera Utara adalah hutam mangrove. Mangrove beserta sumber daya di dalamnya merupakan kekayaan hayati yang patut di pahami masyarakat. Kekayaan tersebut hendaknya juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk memperkuat kualitas hidup masyarakat sekitarnya. Pemamfaatan berkelanjutan dapat berupa sumber daya hasil hutan non-kayu, seperti buah, madu, estetika dan lainnya. Pemamatan buah mangrove belum banyak diketahui masyarakat. Untuk itu, lanjutnya, perlu sosialisasi manfaat sumberdaya mangrove, salah satunya dengan diskusi interaktif di radio komunitas di desa dekat kawasan hutan mangrove. Radio Mitra pada frekuensi 107,7 FM mampu menjangkau 30 Desa di sekitar kawasan hutan mangrove dipilih sebagai mitra penyebaran informasi. Dengan estimasi ada sekitar 300 pendengar aktif dan sekitar 1500 pendengar pasif dalam radius siar radio itu.Diskusi interaktif tersebut dilaksakan 2 tahap. Tahap pertama, dissskusi mengenai pembuatan bahan makanandari buah mangrove yang dihadiri 25 Ibu rumah tangga dan remaja puteri. Kegiatan dimulai dengan pemaparan singkat oleh Rahmi Masita Suprayogi dan Suparmin. Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa buah mangrove jenis Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris dapat dimanfaatkan untuk membuat sirop dan makanan olahan seperti pudding, selai,bolu dan lainnya.
Sumber : Analisa (5 April 2008)-Hal 26 Kol : 2 |
| Last Updated on Friday, 09 April 2010 01:39 |
Berita Terkini
- Pencari Belut Dusun VII, Terancam Penggunaan Pestisida Kimia
- Dusun IX Parit Tuan Mulai Krisis Lahan Persawahan
- Asal Mula Nama Dusun VI Telaga Burung
- Warga Dusun IV Pematang Timuk Butuh Penerangan Listrik
- Pemakaman Warga Kota Datar Terendam Banjir
- Madu Kasirat Makanan Khas Suku Banjar
- Tiga Gorong-gorong yang Rusak Akibat Truk PNPM, Kini Diperbaiki
- PNPM Bangun Saluran Air di Sido Mulyo
Daftar Berita
Cuplikan Berita
| Tatal Kayu Pengganti Minyak Tanah |
| Kepala Sungai - Langkat, Akibat mahalnya minyak tanah, beberapa warga Dusun Sungai Cabang Desa Kepala Sungai Kabupaten Langkat mulai melirik tatal kayu sebagai pengganti bahan bakar untuk memasak. Seperti diungkapkan Irawan (25) kepada Mitra FM, semenjak naiknya harga minyak tanah cukup banyak warga yang beralih ke tatal kayu sebagai pengganti minyak tanah. |




Demikian dikatakan Manager Konsevasi Yagasu Hasby Hasbullah didampingi Rahmi Masita Suprayogi, Rika Dewi Astuti, dan Andi di Sekretariat Yagasu Jalan Majapahit Medan Selasa (25/3/08)
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif selama 1 jam yang dihadiri 30 orang warga termasuk diantaranya tokoh masyarakat dan perangkat Desa Parit Belang. Kegiatan diawali dengan diskusi mengenai evaluasi ekonomi kawasan mangrove ancaman hutan mangrove dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan hingga diskusi mengenai kendala dan keterbatasan partisipasi masyarakat untuk pelestarian hutam mangrove.